3 Alasan Mengapa Nama NBL Indonesia Lebih Baik Daripada IBL

|



“Nama IBL sudah identik dengan kompetisi yang tidak heboh. Bahkan ada yang bilang, IBL baru nanti tidak dimulai dari nol. Melainkan harus diulang dari minus sepuluh. Dengan mengubah nama, paling tidak kami bisa mengulang dari nol lagi,” jelas Azrul Ananda pada saat peluncuran NBL Indonesia tanggal 25 Mei lalu di Ballroom hotel Four Seasons Jakarta.

Banyak yang bertanya-tanya mengapa nama Indonesian Basketball League (IBL) yang menurut beberapa teman sudah sangat unik dan mewakili Indonesia malah diganti dengan nama baru National Basketball League (NBL) Indonesia yang jelas sudah dipakai terlebih dahulu oleh Australia maupun Malaysia. Banyak yang menyayangkan.

Seperti biasa, gw akan mengungkapkan beberapa alasan dari sudut pandang gw yang merasa bahwa penggantian nama tersebut sudah sangat tepat!



1. Setuju dengan Azrul Ananda

Citra IBL beberapa tahun belakangan memang sangat menurun. Dalam bahasa Azrul Ananda “..identik dengan kompetisi yang tidak heboh.”

Pertandingan-pertandingan yang sering berakhir dengan skor jomplang bak bumi dan langit membentuk citra pada benak masyarakat bahwa hasil akhir sudah sangat bisa ditebak. Dan akhirnya, sesuatu yang mudah ditebak, tak enak lagi untuk disaksikan (Tak percaya? Coba tonton karya-karya Multivision Plus).

Ujungnya, sulit mendapatkan dukungan terutama dukungan dana dari pihak-pihak sponsor. Nama baru NBL Indonesia setidaknya menjadi sebuah titik tolak awal bahwa liga basket kita benar-benar baru. Sebuah usaha melepaskan diri dari sebuah kompetisi yang “..identik dengan kompetisi yang tidak heboh.”

2. Nama IBL “berasap”

Semuanya memang terkait dengan citra. Nama IBL bagi gw dan bahkan beberapa orang teman, sudah sangat melekat dengan merek salah satu produk tembakau hisap berasap. Bahkan produk tersebut berhasil menanamkan jingle atau nada IBL yang sangat populer ” na..na.. IBL, Feel the game! Feel the game!” yang dibawakan dengan nada hiphop ke dalam benak penggemar basket Indonesia. Hal ini tentu sangat-sangat tidak baik.

Nama NBL Indonesia memutus mata rantai yang mengikat liga basket Indonesia ini dengan produk tembakau tersebut. Kelihatannya sederhana, namun dalam pendekatan citra dan iklan, nama IBL membuat basket dan tembakau seolah bergandengan tangan, padahal tidak sama sekali!

3. Berganti nama selalu berharap demi sebuah kemajuan

Ini adalah masukan yang gw dapat dari mas Christopher (mantan manajer CLS Knights Surabaya) lewat twitnya. Sangat masuk akal! Beberapa masyarakat suku di Indonesia memiliki tradisi merubah nama untuk menjadikan si pemilik nama menjadi lebih baik sesuai hal yang diinginkan. Tidak ada orang yang mengganti nama untuk menjadi lebih buruk.

——–

Bagaimana dengan nama NBL yang sudah melekat di Australia dan atau Malaysia? Bukan masalah. Entoh nama kita adalah bukan hanya NBL, tetapi NBL Indonesia. Kurang lebih sama seperti nama Asep yang dimiliki ribuan orang bahkan mungkin jutaan orang di Jawa Barat, atau Bambang di Jawa, John di Inggris, serta Ahmad di Timur Tengah.

“What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.” kata William Shakespeare. Walau terkadang gw kurang setuju dengan kutipan tersebut, namun kalau dipikir-pikir sedikit lebih panjang, ada benarnya juga. Apalah arti nama NBL Indonesia jika nantinya liga tersebut semakin keren?! Yang terpenting tetaplah pelaksanaannya.

Sedikit alasan mengapa gw pun kurang setuju dengan Shakespeare, karena bagi gw, nama adalah doa, pengharapan. NBL Indonesia adalah liga basket nasional yang mampu mempersatukan bangsa, memajukan bangsa, dan menjadi kebanggaan nasional. Sangat mungkin, ketika kelak liga ini sangat-sangat maju, negara tetangga tertarik untuk ikut bergabung, seperti halnya Raptors dan Grizzlies di NBA. Amiin :)

Gelang-gelang Dalam Hidup Gw (Gelang Power Balance)

|


Beberapa hari yang lalu, seorang teman memberikan hadiah buat Gw, “Bro, Gw punya sesuatu nih buat lu.” Sebuah gelang hitam bertuliskan “Power Balance” dengan hologram berbentuk lingkaran di bagian tengahnya.

Gw langsung teringat satu hal, selama satu tahun terakhir ini Gw mendapatkan tiga buah gelang dengan tulisan yang berbeda-beda. Gelang pertama Gw dapatkan dari Pandji Pragiwaksono saat ia mengeluarkan album rap pertamanya tahun lalu. Pada gelang yang ada USB flashdisk 1 GB yang diberikan Pandji tertulis “Provocative Proactive Pandji”. Tulisan tersebut adalah judul album pertama Pandji sekaligus sebuah motivasi buat Gw untuk jadi orang yang “proaktif” :P

Gelang kedua Gw dapatkan sekitar dua bulan lalu dari KPK. Yak betul KPK yang itu, Komisi Pemberantasan Korupsi! Sebuah gelang karet merah dengan tulisan “Bangkit Lawan Korupsi!” Agak-agak malu Gw kalau membaca tulisan itu, karena korupsi itu ternyata banyak sekali jenisnya. Mulai dari yang kelas teri sampai paus raksasa! Dan butuh perjuangan buat melawan korupsi (I’ve got to admit it, because I think everybody could have committed corruption (like thing) at least once in their life..heheheee.)

Nah sekitar seminggu lalu, Insane (Richard) juga memberi Gw sebuah gelang (Gw perhatikan, Richard juga mengenakan gelang yang sama dengan yang dia berikan ke Gw). “Bro, gelang ini buat lu.”

Hahahaaa, another bracelet.” pikir Gw. Namun Insane buru-buru menyela dan menjelaskan bahwa itu adalah bukan gelang biasa. “Ini gelang Power Balance, bro.” Insane menjelaskan. Yup ini gelang Power Balance (karena memang ada tulisan ‘Power Balance‘ pada gelang tersebut..hehee) “Lu coba cari di internet deh tentang gelang ini.”

Besoknya Gw langsung cari di internet mengenai gelang tersebut. Walah (terperanjat juga Gw), gelang ini ternyata dipakai oleh para atlet top dunia! Awalnya oleh para surfer profesional, kemudian berkembang ke beberapa atlet di cabang olahraga lain termasuk basket.

Berikut salah satu info mengenai gelang Power Balance (yang membuat Gw geleng-geleng berpikir “ada ya gelang sehebat ini?!”): “Sebuah produk Performance Technology, Power Balance yang merupakan hologram, mengandung frekuensi natural dari alam yang dapat bereaksi secara positif dengan pusat energi tubuh. Power Balance kini banyak digunakan oleh para atlet maupun orang awam, karena dapat membantu stamina, menjaga keseimbangan, koordinasi, kelenturan/fleksibilitas, kekuatan, fokus, kosentrasi dan ketahanan tubuh secara menyeluruh.”

Hohoo. Beberapa hari kemudian Gw mendapat cerita lain lagi dari teman Gw kalau gelang yang Gw dapat dari Insane dipakai juga oleh Shaquile O’Neal dan Steve Nash, serta kabarnya juga dikenakan oleh Denny Sumargo. “Coba lu cari di Point Break atau toko surf keren deh, biasanya ada.” Gw hanya bisa senyam-senyum melihat gelang yang melingkar di tangan kiri gw. So this is something nih kayaknya!

NBL Siap Bersaing dengan Liga Internasional

|

JAKARTA - National Basketball League (NBL) Indonesia secara resmi menggeser posisi Indonesian Basketball League (IBL) sebagai liga profesional tanah air. Apa saja perubahan yang dilakukan PT DBL Indonesia sebagai pengelola untuk membangkitkan liga basket Indonesia?

Selain mengganti nama dan logo sebagai perwujudan slogan "New Season, New Hope", NBL Indonesia juga melakukan perubahan signifikan terhadap jadwal dan jumlah pertandingan. Berkiblat kepada pelaksanaan NBA di Amerika Serikat, NBL memutuskan membagi kompetisi menjadi tiga fase, yakni pramusim (pre-season), musim reguler, serta championship series (playoff), yang akan digulirkan akhir tahun hingga awal tahun selanjutnya.

"Di negara-negara yang memiliki liga basket lebih maju, kompetisi profesional selalu diselenggarakan pada akhir tahun. Eropa, Australia, China dan negara-negara lain kini juga mengadopsi jadwal tersebut," jelas direktur PT DBL Indonesia sekaligus komisaris NBL, Azrul Ananda, pada acara launching NBL di Ballroom Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (25/5/2010) malam.

"Selain itu, kami juga menambah jumlah pertandingan. Jika setiap tim hanya menjalani 18 laga di ajang IBL, kini mereka akan melakoni 27 pertandingan. Dengan jumlah laga yang lebih banyak, tentunya akan lebih memberikan pengalaman bertanding bagi semua tim. Selain itu, penggemar juga mendapat lebih banyak hiburan," lanjutnya.

Pada musim perdana NBL (2010/2011), seluruh klub yang berkompetisi baru akan melakoni musim reguler pada Oktober 2010 dan berakhir Februari 2011. Namun, sebelum itu, NBL bakal menggelar kompetisi pramusim pada Juli 2010. Delapan klub terbaik sepanjang musim reguler akan bertarung di championship series, Maret 2011, demi merengkuh gelar juara melalui sistem gugur.

Azrul berharap, jadwal serta sistem kompetisi yang semakin teratur dapat menarik lebih banyak perhatian penonton. "Kepastian jadwal menjadi faktor penting (untuk menarik minat penonton). Jika sebelumnya jadwal masih belum teratur, kami sekarang memiliki jadwal yang sudah fixed."

|

 

©2009 MORE THAN JUST A GAME | Template Blue by TNB