NBL Siap Bersaing dengan Liga Internasional

|

JAKARTA - National Basketball League (NBL) Indonesia secara resmi menggeser posisi Indonesian Basketball League (IBL) sebagai liga profesional tanah air. Apa saja perubahan yang dilakukan PT DBL Indonesia sebagai pengelola untuk membangkitkan liga basket Indonesia?

Selain mengganti nama dan logo sebagai perwujudan slogan "New Season, New Hope", NBL Indonesia juga melakukan perubahan signifikan terhadap jadwal dan jumlah pertandingan. Berkiblat kepada pelaksanaan NBA di Amerika Serikat, NBL memutuskan membagi kompetisi menjadi tiga fase, yakni pramusim (pre-season), musim reguler, serta championship series (playoff), yang akan digulirkan akhir tahun hingga awal tahun selanjutnya.

"Di negara-negara yang memiliki liga basket lebih maju, kompetisi profesional selalu diselenggarakan pada akhir tahun. Eropa, Australia, China dan negara-negara lain kini juga mengadopsi jadwal tersebut," jelas direktur PT DBL Indonesia sekaligus komisaris NBL, Azrul Ananda, pada acara launching NBL di Ballroom Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (25/5/2010) malam.

"Selain itu, kami juga menambah jumlah pertandingan. Jika setiap tim hanya menjalani 18 laga di ajang IBL, kini mereka akan melakoni 27 pertandingan. Dengan jumlah laga yang lebih banyak, tentunya akan lebih memberikan pengalaman bertanding bagi semua tim. Selain itu, penggemar juga mendapat lebih banyak hiburan," lanjutnya.

Pada musim perdana NBL (2010/2011), seluruh klub yang berkompetisi baru akan melakoni musim reguler pada Oktober 2010 dan berakhir Februari 2011. Namun, sebelum itu, NBL bakal menggelar kompetisi pramusim pada Juli 2010. Delapan klub terbaik sepanjang musim reguler akan bertarung di championship series, Maret 2011, demi merengkuh gelar juara melalui sistem gugur.

Azrul berharap, jadwal serta sistem kompetisi yang semakin teratur dapat menarik lebih banyak perhatian penonton. "Kepastian jadwal menjadi faktor penting (untuk menarik minat penonton). Jika sebelumnya jadwal masih belum teratur, kami sekarang memiliki jadwal yang sudah fixed."

|

Piala Dunia Basket 2010 oleh @RonyTjong

|




Tulisan ini dikirim oleh seorang teman di twitter @RonyTjong. Katanya, sudah lama banget pengen ikutan nulis di Mainbasket. Kemarin akhirnya Rony mengirimkan tulisannya ke gw. Menarik, karena Rony menulis sebuah topik yang sama sekali belum pernah gw sentuh! Piala dunia bola basket 2010 yang akan diadakan di Turki beberapa bulan ke depan.

Tulisan Rony terasa sangat general, namun ada sebuah pesan spesifik seolah sebuah curahan hati dari salah satu pecinta basket, Rony ingin agar televisi di Indonesia menyiarkan lebih banyak lagi pertandingan-pertandingan basket, dan tentu saja suatu saat Indonesia bisa ikut berlaga di kancah kejuaraan dunia! (Gw edit sedikit ya Ron..hehee)

———

Seperti kita ketahui bersama, sebentar lagi akan diselenggarakan sebuah event besar dari olahraga sepak bola, yaitu World Cup 2010 di Afrika Selatan. Betapa kencang sekali event ini dipromosikan di Indonesia, baik itu lewat media cetak maupun media elektronik, sehingga atmosfer yang dirasakan sangat tinggi.

Sebagai pecinta bola basket, saya bertanya-tanya, mengapakan event bola basket tidak mendapatkan porsi yang sama dengan olahraga sepak bola?

Saya selalu mengikuti perkembangan bola basket baik itu dalam negeri maupun luar negeri, dan ternyata dalam tahun ini, sebuah event yang mirip seperti event sepak bola yang digelar 4 tahun sekali akan digelar, FIBA World Championship 2010 yang akan diselenggarakan di Turki pada tanggal 28 Agustus – 12 September. Event ini akan diikuti oleh berbagai negara baik itu dari Asia, Eropa, Afrika, Oceania, dan tentunya Amerika. Dari segi kualitas pertandingan, event tidak diragukan lagi akan sangat-sangat menarik. Pemain terbaik dunia akan ikut membela negaranya, sebut saja Pau Gasol (Spanyol), Derron Wiliams (USA), dan lain-lain.

Ke depan, Saya dan pecinta olahraga bola basket berharap agar event ini juga bisa di nikmati di Indonesia, seperti selayaknya event untuk sepak bola.

IBL 2010 Mulai September, Kelamaan?

|





Di tengah rasa rindu yang menggelora menyaksikan kekuatan basket nasional saling beradu, September bagi gw terasa masih sangat lama.


Bukan hanya gw yang merasa bahwa gelaran basket tertinggi di Indonesia ini masih sangat lama. Interaksi via twitter yang selalu terasa heboh bila bahan pembicaraan yang diangkat adalah masalah Indonesian Basketball League (IBL), tim, para pemain, maupun hal-hal yang berkait dengannya mengindikasikan bahwa menyantap IBL adalah keinginan yang sudah tak bisa dibendung lagi.


Namun saat berbicara dengan promotor yang baru, Development Basketball League (DBL), setidaknya ada tiga alasan mengapa IBL memang sebaiknya dimulai pada bulan September;




1. Memulai dari awal kembali

Pergelaran IBL harus di-”reset” lagi. Banyak hal yang harus dibenahi untuk mendapatkan kualitas liga yang lebih bermutu. Baik bagi penonton maupun bagi tim-tim yang berlaga. Langkah mantap dari awal ini menyangkut hal-hal misalnya; pencarian sponsor baru, regulasi penyelenggaraan yang lebih profesional, dan lain-lain.
2. Menyesuaikan dengan jadwal liga-liga basket dunia
Akhir tahun dan awal tahun adalah jadwal umum dari banyak liga basket di dunia, termasuk NBA. Hal ini dilakukan agar jika nantinya akan ada kejuaraan yang bersifat internasional (Olimpiade atau kejuaraan dunia) tidak terjadi benturan jadwal antara liga domestik dengan kejuaraan regional atau internasional.
3. Kesempatan untuk mempersiapkan diri agar tim lebih solid dan matang
Liga utama memang baru akan dimulai September, tetapi bukan berarti tim-tim IBL akan nganggur. Akan ada ajang seperti Gubernur DKI Cup dan Turnamen IBL yang akan diadakan sebelum September. Persiapan ini akan membawa kesegaran dan kejutan bagi IBL 2010. Dan semoga tidak begitu-begitu saja :)

 

©2009 MORE THAN JUST A GAME | Template Blue by TNB